Minyak..minyak..minyak...

Seorang teman mengupload sebuah artikel tentang alasan AS menginvasi Irak.. Dan alasan utamanya adalah penjualan minyak Irak yang menggunakan Euro yang tentu saja merugikan AS. Klo menurut Irma mah alasan AS untuk menguasai minyak Irak, jelas salah satu tujuan utama invasi ke Irak. Sudah dari dulu ini jadi ambisi terbesar AS, Presiden AS Richard Nixon, pernah mengatakan, “Sekarang ini, siapapun yang menguasai kawasan teluk arab dan timur tengah maka dia akan menguasai dunia”. Dan apalagi ambisi AS selain menguasai dunia dengan menjadikan dunia menggunakan aturan mereka. Salah satunya dengan menguasai sumber energi dunia, sumber minyak bumi. Dan saat mereka sudah bisa menguasai di kawasan Arab Saudi dengan terbentuk ARAMCO (Arabian American Oil Company) dan seperti yang kita tahu juga menguasai perminyakan di bumi nusantara ini. Rasulullah pernah bersabda: “Akan keluar harta2 simpanan di bumi bani sulaim (tempat2 yg darinya dikeluarkan kekayaan bumi yang berharga tinggi) yang akan didatangi oleh orang2 yang paling jahat (HR Ahmad). Hadist ini terbukti sudah, saat kekayaan rakyat tidak lagi dinikmati oleh rakyat tapi oleh pihak-pihak yang berkuasa yang juga berlaku sewenang-wenang Di Saudi sendiri, yang kita sangka hidup nyaman dengan hasil minyak yang melimpah ruah, Kemewahan dan kekayaan yang dimiliki oleh pemerintahan Saudi tidak dapat dirasakan oleh umat islam di tanah suci. Amerika telah menguasai Saudi, merampas kekayaan negerinya, memperbudak penduduknya dan meneror mereka. Lebih dari 250.000 tentara AS termasuk petinggi mereka hidup dengan biaya yang ditanggung oleh rakyat Saudi. Seharusnya ini juga menyadarkan bangsa Indonesia, untuk tidak membiarkan sejahat-jahat manusia di muka bumi untuk menguras kekayaan bangsa ini (Wallahualam)..

                            

Doa Abu Jahal

.. Siapa bilang Abu Jahal bertuhan pada berhala-berhala yang mereka sembah di ka’bah. Berhala-berhala itu cuma jadi perantara bagi mereka dengan Allah (Q.S Az-zumar ayat 3), dan mereka masih menyembah Allah dengan cara yang mereka yakini. Dan untuk itulah Rasulullah saw diutus, untuk memurnikan ketaatan kepada Allah swt.

Ini terbukti dari doa yang Abu Jahal sampaikan saat perang Badar dimulai..

”Ya Tuhan, siapakah orang yang lebih cinta kepada engkau dan yang lebih ridha pada sisi Engkau. Maka berikanlah pertolongan kepada kami ya Tuhan!! Kamilah yang terutama membela kebenaran, maka berikanlah pertolongan kepada kami. Ya Tuhan, agama kami yang lama dan Muhammad yang baru! Ya Allah, tolonglah oleh-Mu di antara kedua agama ini yang paling baik!!!”

Demikianlah kelakuan Abu Jahal, dia merasa lebih cinta dan lebih ridho kepada Allah, dan ia merasa dalam kebenaran. Maka, ia sangat berani mengajukan permohonan kepada Allah. Dia menganggap bahwa agamanya (agama menyembah berhala) itu yang benar dan agama yang dibawa oleh Nabi saw dipandangnya agama yang baru. Dia tidak mengerti bahwa doanya itu laksana senjata makan tuan. Dan Allah mengabulkan doanya dengan memberi kemenangan pada pihak yang benar..

Kedermawanan Rasulullah

Suatu hari, berbekal uang 8 dirham, Rasulullah saw bermaksud membeli pakaian dan peralatan rumah tangga. Belum sampai di pasar, beliau melihat seorang wanita sedang menangis. Beliau menghampiri dan bertanya, : “Kenapa menangis?”, perempuan itu menjawab bahwa ia seorang budak yang kehilangan dua dirham dan takut didera majikannya. Nabi saw pun mengeluarkan dua dirham dari sakunya untuk menghibur budak tersebut. Kini uang Nabi saw tersisa 6 dirham. Beliau bergegas membeli gamis. Namun baru beberapa langkah dari pasar, seorang tua lagi miskin setengah berteriak, “Barangsiapa yang memberiku pakaian, Allah akan mendandaninya kelak”. Rasulullah memperhatikan laki-laki tersebut, pakaiannya lusuh dan tak pantas lagi dikenakan. Gamis yang baru dibelinya dilepas dan diberikan kepada lelaki tua itu. Kemudian beliau segera pulang. Namun ditengah jalan, beliau menjumpai perempuan yang tadi diberi dua dirham dan mengadukan persoalan bahwa ia takut pulang. Ia khawatir dihukum oleh majikannya karena terlambat. Lalu beliau mengantar perempuan tersebut ke rumah majikannya. Sesampainya di rumah, Rasulullah berkata : “Jika perempuan budak ini salah dan perlu dihukum, biarlah aku yang menerima hukumannya”. Mendengar ucapan Rasulullah itu penghuni rumah terkesima. Mereka merasa mendapat pelajaran berharga dari Rasulullah. Kemudian sang majikan menyatakan, “Budak ini meredeka karena Allah”. Rasulullah berkata : “ Tidaklah aku melihat delapan dirham demikian besar nilainya. Allah telah memberi ketentraman bagi orang yang ketakutan, memberi pakaian orang yang telanjang dan membebaskan seorang budak belian”. Subhanallah (Sabili)

Mo long weekend ^_^

Hari ini males banget ke kantor, udah kebayang mo long weekend hehehe senangnya...., jadi mualesss banget ..

Dah bangun kesiangan, ke kantor datangnya telat, eh pas di kantor kok kayaknya badan nih nempel di kursi, males ngapa2in, padahal banyak yang mesti dikerjaan..

kayaknya semangat kerjaku sedang down banget, ga menemukan semangat buat ke kantor..entahlah butuh motivasi macam apa, mungkin hanya lagi suntux ajah..

Tapi jadi ingat wejangan orang2 bijak, Kata Beliau :

"Bila anda tidak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemuan itu. Dan pekerjaan pun jadi menggembirakan. Bila anda tidak mencintai rekan-rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi. Bila toh anda tak juga dapat melakukannya, cintailah setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga. Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apa pun  yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda: tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela.

Apa saja. Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda di situ??? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan..Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus..."

So carilah semangat itu irma !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

ato mo cari yang lain ???????????????????????????????????????????????????

WIsdom of Today

GARAM DAN TELAGA

Suatu ketika hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air mukanya ruwet. Tamu itu memang tampak  seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu orang itu menceritakan semua masalahnya.  Pak tua yang bijak hanya mendengarkan dengan seksama. Ia lalu mengambil sengenggam garam, dan meminta tamunyauntuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. ”Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..” ujar Pak tua itu.

”Pahit.Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah ke samping.

Pak tua itu, sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat dengan tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak tua itu lalu menaburkan segengam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang untuk mengaduk2 dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. ”Coba ambil air dari telaga ini, dan minumlah.” Saat tamu selesai menegukair itu, Pak tua berkata lagi ”Bagaimana rasanya?”

”Segar”, sahut tamunya. ”apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak tua lagi.”Todak”, jawab si anak muda.

Dengan bijak Pak tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan bersimpuh di samping telaga. ”Anak muda dengarlah.Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggan garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.

”Tapi, kepahitan yang kita rasakan , akan sangat bergantung dari wadah yang kita miliki.Kepahitan itu akan didasarkan pari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan bergantung pada hati kita. Jadia sat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

Pak tua itu lalu kembali memberikan nasehat.”Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak tua, sang orang bijak itu, kembali menyimpan ”segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.******************************************************************

SANDAL KULIT SANG RAJA

Seorang Maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyaknya. Ia memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa meter berjalan di luar istana kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berpikir, ”ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. Aku harus memperbaikinya.”

Maharaja lalu memnaggil seluruh menteri istana. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi yang terbaik. Segera sajapara menteri istana melakukan persiapan-persiapan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.

Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pertapa menghadap Maharaja. Ia berkata pada Maharaja, ”Wahai paduka mengapa paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan di negeri ini padahal sesunggungnya yang Paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki Paduka saja”

Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang disebut ”Sandal”.

Renungan; Ada pelajaran berharga dari cerita itu. Untuk membuat dunia menjadi tempat yang nyaman untuk hidup, kadangkala kita harus mengubah cara pendang kita, hati kita dan diri kita sendiri, dan bukan dengan jalan mengubah dunia itu.

**********************************************************************

Saat tuk merenung (2)......

Kembali mencari makna akan kehidupan di sela-sela rutinitas yang akan melenakan akan kehidupan dunia yang hanya sesaat ini.

Jika hidup memang keras apakah kita harus hidup dengan mengorbankan diri agar dapat bertahan dan menang dalam percaturan hidup???......... yang jelas kita sudah punya contoh figur bagaimana seharusnya menjalani hidup.

Nabi Muhammad saw dengan bijak mengajak umat yang tengah bergumul dengan kerasnya kehidupan dengan berpikir dan bertafakur. Beliau bahkan membuat pernyataan ”Bertafakur satu saat lebih baik daripada ibadah satu tahun”.

Di al-quran sendiri begitu banyak ayat yang menyuruh kita berpikir, dengan kata-kata afalaa ta’qilun, afaala tatafakkarun, afaala tatadabbarun. ”Tidakkah kalian berpikir, tidakkah kalian bertafakur, tidakkah kalian berdadabbur??...(Daun2 Berserakan)

Itulah yang membedakan seorang muslim, yang menggunakan seluruh potensi intelektualnya untuk berpikir dan berzikir...

Dan kembali berpikir mengenai fungsi dan peran manusia sebagai khalifatulllah fil ardhi...klo dapat dimaknai sebagai fungsi ’pengganti Allah swt di muka bumi’, harusnya manusia mampu mewujudkan sifat2 Allah ke semua penghuni alam, harusnya manusia mampu menularkan kasih sayangnya kepada sesama manusia dan sesama makhluk sebagaimana sifat rahman dan rahim Allah swt. Manusia harus mempunyai keadilan yang mencerminkan keadilan Allah swt dengan melaksanakan hukum-hukumNya. Pastinya memang sulit, bahkan malaikat sendiri menyangsikannya :

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?"

tapi Allah swt sudah punya rencana lain,

" Allah berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Al-baqarah 30).

Jadi pasti dengan potensi yang dimiliki manusia berupa pendengaran,penglihatan dan hati manusia mampu mewujudkan fungsi dan perannya tsb. Seperti yang sudah dicontohkan Rasulullah saw dan para sahabat saat menjadikan islam sebagai rahmat seluruh alam.....

(Masih akan diteruskan, karena terus akan berpikir ^_^)

Supermama seleb show in action...................................

Mengamati acara super mama seleb show yang saat ini marak, ada hal2 yang ingin saya cermati di sana, satu hal yang saya pertanyakan, kenapa penayangan acar tsb dimulai pada jam 6 sore, saat semua umat muslim harusnya bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib, para pengisi acara dan para penonton khan terpaksa hanya mendengar adzan dan wallahualam apakah mereka sholat magrib atau tidak, padahal jelas-jelas kebanyakan penonton dan pengisi acara beragama islam, apakah boleh menjadikan acara tsb alasan untuk menjama' sholat (apakah alasannya syar'i???) ...

Cuma rasanya miris sekali disaat waktunya sholat, sang MC hanya mengajak untuk ”menantikan adzan magrib”.....mbo ya sekalian mas, ngajak semua pengisi acara dan penonton untuk sholat dulu klo perlu sholat berjamaah (mungkin ga sih???????)...

Dan juga rasanya miris, kita tertawa-tawa, bersenang-senang, di saat banyak saudara-saudara kita yang menderita karena rumahnya terendam banjir, saat terjadi tanah longsor di Jawa Tengah...saat masyarakat diusir dari tempat tinggalnya, dihancurkan mata pencahariannya... , dimana empati kita???????????????????????)..... Apakah acara-acara tv memang didesain untuk melupakan kita akan permasalah hidup .. ???????????????????????????

Dan satu hal lagi yang ingin saya cermati adalah, kemampuan sang MC mengarahkan massa pada acara ini, sang MC dengan mudahnya untuk mengajak para penonton untuk mengatakan apa yang dia katakan, disuruh ngomong uuuu.., semuanya pada nurut, disuruh ngomong ’jangan gila donk’, semuanya pada manggut 2 ngikutin sambil menaruh tangan dikepala... Begitu mudahnya kita nurut, begitu gampangnya kita diarahkan..

Ah... Alangkah indahnya klo kemudahan itu juga kita miliki klo diarahkan menuju kebaikan...

Dalam diam....

Terinspirasi dari kisah seorang teman, dan mungkin kisahku juga..hehehe…saat cinta tak harus diucapkan....

Dalam diam……………..

Apakah cinta ini salah

Jika ia tak pernah terucap

Tapi bukan inginku agat kau tak tau, tapi apa dayaku

Pabila kata yang terucap tak dapat terangkai indah

Pabila tak selangkahpun ku berani mencapaimu

Kala begitu banyak bunga yang selalu ada bersamamu..

Adakah kuncup ini mampu membahagiakanmu

Atau setidaknya dapat menemani kesepianmu...

Saat ku hanya ingin menatapmu dari sudut sepi..

Maaf jika ku hanya bisa mencintaimu dalam diam

sepertinya memang rasa suka tak selalu harus diucapkan, karena hanya cinta karena Allah lah yang pantas diucapkan, cinta karena nafsu tak pantas untuk diucapkan..................

Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad)..

"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)

Jadi cinta itu fitrah, naluri, n manusiawi sekali...tapi yang penting bagaimana kita memanajenya dan memilih mana yang harus didahulukan dan lebih mengutamakan cinta yang hakiki, yang abadi, yang tak lekang karena usia, tak hilang karena tiada....yang kan selalu ada dimanapun kau berada... ^_^

GbrGbrGbrGbrGbrGbr

Saat tuk merenung....

Malam ini, Bogor seperti biasa hujan... udara yang dingin, semilir berhembus, ditengah kesunyian malam ini..saat mata tak juga mau tertutup...saat hati merasa galau, kubuka lembar demi lembar  surat cinta Sang Khaliq, arah dan pegangan hidup tuk mencari kehidupan yang bermakna...

Hingga sampai ku di satu ayat

$¯RÎ) $oYôÊttã sptR$tBF{$# ’n?tã ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur ÉA$t6Éfø9$#ur šú÷üt/r'sù br& $pks]ù=ÏJøts† z`ø)xÿô©r&ur $pk÷]ÏB $ygn=uHxqur ß`»|¡RM}$# ( ¼çm¯RÎ) tb%x. $YBqè=sß Zwqßgy_ ÇÐËÈ   

72. Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh,

Aku tersentak, manusia amat zalim dan bodoh, begitu kerasnya Allah menyatakannya..mungkin karena sudah jelas bahwa kekhalifan adalah tugas manusia di dunia dan karenanya kita diciptakan

øŒÎ)ur tA$s% š•/u‘ Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ’ÎoTÎ) ×@Ïã%y` ’Îû ÇÚö‘F{$# Zpxÿ‹Î=yz ( (#þqä9$s% ã@yèøgrBr& $pkŽÏù `tB ß‰Å¡øÿム$pkŽÏù à7Ïÿó¡o„ur uä!$tBÏe$!$# ß`